RASIONAL PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP) DALAM PEMBELAJARAN


Kegiatan pembelajaran di maksudkan agar tercipta kondisi yang memungkinkan terjadinya belajar pada diri siswa.dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat dikatakan terjadi belajar, apabila terjadi proses perubahan prilaku pada diri siswa.sebagai hasil dari suatu pengalaman.oleh kerena itu, terdapat dua aspek penting yang ada dalam kegiatan pembelajar tersebut. Aspek yang Pertama adalah aspek hasil belajar yakni perubahan prilaku pada siswa. Aspek yang Kedua adalah aspek proses belajar  yakni sejumlah pengalaman intelektual, emosinal, dan fisik pada diri siswa itu sendiri sesuai dengan pengalaman yang dialaminya.

Tujuan pokok utama penyelengaraan kegiatan pembelajaran di sekolah haruslah ”membelajarkan siswa bagaimana belajar, yang mengandung makna untuk meletakkan landasan dasar bagi belajar seumur hidup. Sedangkan tujuan pokok penyelengaraan kegiatan pembelajaran disekolah secara operasional adalah membelajarkan siswa agar mampu memproses dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi dirinnya sendiri.

Kegiatan pengajaran seringkali didasarkan pada dua prims yang terkadang tidak dapat diungkapkan secara jelas, yaitu:
·               Premis yang menggungkapkan bahwa siswa belajar sesuatu bukan kerena hal yang di pelajari menarik atau menyenangkan baginya, tetapi siswa brlajar hanya ingin menghindarkan diri dari ketidaksenangan bila ia tidak ingin belajar.
·               Premis yang mengungkapkan bahwa guru merupakan ”Motor pengerak” yang membuat siswa terus menerus belajar, dari pihak siswa tiada kegiatan belajar spontan.
Salah satu cara untuk mengidealkan kegiatan pembelajaran di sekolah adalah penerapan pendekatan keterampilan proses ( PKP ). Ada beberapa alasan yang melandasi perlunya di terapkan pendekatan keterampilan proses dalam kegiatan belajar – mengajar sehari hari, antara lain: 
1.            Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa.
2.            Para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami komsep-konsep yang rumit dan abstrak jika di sertai dengan contoh-contoh yang konkrit, contoh-contoh yang wajar sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik, melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata.
3.            Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak benar seratus persen, penemuannya bersifat relatif. Suatu teori mungkin terbantah dan ditolak setelah orang mendapatkan data baru yang mampu membuktikan kekeliruan teori yang dianut.
4.            Dalam proses belajar-mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari  pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik. Konsep di satu pihak serta sikap dan nilai pihak harus disatukaitkan.

Dalam kegiatan pembelajaran salah satu aspek menurut adanya penerapan pendekatan keterampilan proses adalah aspek proses belajar yakni sejumlah pengalaman intelektual, emosional, dan fisik pada diri siswa.kerena dengan pengembangan yang mengembangkan keterampilan-keterampilan memproseskan perolehan, anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut.dengan demikian, keterampilan-keterampilan itu menjadi roda  pengerak penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta penumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai. Seluruh irama gerak atau tindakan dalam proses belajar mengajar seperi ini akan menciptakan kondisi ini akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif.
Sehingga apabila pendekatan keterampilan proses ini dikaji lebih lanjut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan PKP dalam kegiatan pembelajaran didasarkan pada hal-hal berikut:
a.             Percepatan perubahan ilmu pengetehuan dan teknologi.
         Percepatan perubahan  IPTEK ini, tidak menungkinkan bagi guru bertindak sebagai satu-satunya orang yang menyalurkan semua fakta dan teori-teori untuk mengatasi hal-hal ini perlu pengembangan keterampilan memperoleh dan memproses semua fakta, konsef, dan prinsip pada diri siswa.
b.            Pengalaman intelektual, emosional, dan fisik dibutukan agar didapatkan hasil belajar yang optimal.
         Ini berarti kegiatan pembelajaran yang mampu memberi kesempatan kepada siswa memperlihatkan unjuk- kerja melalui sejumlah keterampilan memproses semua fakta, konsep, dan pisik sangat dibutuhkan.
c.             Penanaman sikap dan nilai sebagai pengapdi pencarian abadi kebenaran ilmu.
         Hal ini menuntut adanya pengalaman terhadap tata cara pemprosesan dan pemerolehan kebenaran ilmu yang bersifat kesementaraan. Hal ini akan mengarahkan siswa pada kesadaran keterbatasan manusiawi dan keunggulan manusiawi, apabila di bandingkan dengan keterbatasan dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun tujuan dan lingkup kegiatan keterampilan proses yaitu :
a.             Tujuan PKP adalah untuk mengembangkan ”Kreativitas” siswa dalam belajar hingga mereka aktif mengembangkan dan menerapkan kemampuannya.
b.             Lingkup kegiatannya, bertolak pada kegiatan fisik dan mental yang mendasar sesuai dengan apa yang ada pada pribadi siswa.

Perlu dipertegas, bahwa sebenarnya ”Kemampuan-kemampuan mendasar”, (keterampilan fisik dan mental) itu pada dasarnya telah dimiliki anak kendati dalam wujud yang sederhana ; artinya masih berupa potensi yang belum terbentuk jelas. Karena itu mereka perlu dirangsang untuk mampu menampilkannya. Rasa ingin tahu akan suatu hal yang cukup besar pada anak memerlukan dorongan dari pihak guru. Karena apabila mereka terbiasa dirangsang mengembangkan konsep dasar dari mata pelajaran yang disampaikan oleh guru hingga sikap mereka tumbuh dan berkembang secara baik maka KBM yang berjalan seperti itu akan melahirkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Pola kegiatan belajar mengajar yang menjurus kearah inilah yang merupakan ”Hajat” keterampilan proses.